Shami Abu Zuhri,
Jubir Resmi Hamas dan Penasihat PM Palestina Ismail Haniya
Indonesia / Jum’at, 23 Januari 2009, Pkl. 16.00 – 17.30
Saudara saudaraku sekalian,
Apa yang terjadi di Ghaza, target yang disebutkan adalah untuk menghabisi Hamas dan
Perlawanan bersenjata. Perang ini Israel menggunakan segala mesin perangnya untuk
mengalahkan Hamas. Mereka awalnya melakukan blockade satu setengah tahun atas
Gaza. Dan setelah satu setengah tahun itu, Israel mengira akan bisa melumpuhkan
Hamas. Tapi hasilnya kebalikan dari prediksi Israel. Ketika blockade gagal, mereka
mencari cara untuk perang untuk mengalahkan Hamas. Mereka mengunakan pesawat
perang, sekitar 60 jet tempur Israel yang selayaknya tidak digunakan keculai dalam
perang besar antara satu Negara dengan Negara besar. Tapi Israel mengunakan mesin
perang itu untuk membunuh orang sipil, anak anak dan perempuan. Mereka mengira
menggunakan pesawat itu bisa memaksa Hams dan penduduk Gaza tunduk, tapi
ternyata Hamas tidak menyerah dan tetap menolak keinginan Israel.
Setelah itu mereka melakukan serangan darat dengan terus melakukan bombartdir
udara, mereka menghancurkan masjid, rumah sakit, ambulan, tempat tinggal warga
sipil, dan menghancurkansemuanya. Ada keluarga yang dikumpulkan di satu rumah lalu
rumah itu dibombardir seluruhnya. Mereka berjumlah 30 orang meninggal seluruhnya
dalam stu rumah.
Mereka juga menggunakan senjata yang terlarang internasional, bom fosfor. Kami
menghadapi semua hal itu. Kami sebagian mendapatkan jwnazah yang tak tersisa
kecuali tulangnya saja. Mereka menganggap bahwa dengan demikian Gaza
akanmenyerah. Israel menganggap akan tunduk. Tapi yang terjadi kebalikan dari itu.
Meskipun banyak yang terbunuh, dibom, diblokade, Gaza tetap teguh dan rasa sakit itu
tak menyebabkan mereka menyerah. Dalm setiap perang orang-orang siopil lari dari
medan perang, tapi tidak demikian di Gaza. Warga Gaza justru datang dan ada di medan
perang, bertahan. Sementara para pejuang terus berperang, dan warga Gaza mereka
tidak lari dari medan perang, mereka menolak untuk pergi dari rumah mereka. Sehingga
ada tank yang memaksa mereka untuk keluar dari rumah.
Perlawanan terus melakukan pembalasan dengan roket. Dan roket roket ini telah
diluncurkan semakin jauh jarak tempuhnya lebih dari 50 km. Israel mengatakan ingin
untuk menghentikan roket Hams. Tpai ternyata roket Hamas justru memiliki kekuatan
yang lebih jauh dan memukul daerah Israel. Isareal tak mampu menghalangi roket tapi
sebaliknya lebih membuat kekuatan bagi roket Hamas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar